Cek dulu, baru transfer
Idenya sesederhana itu. Di bawah ini kami jelaskan alurnya dari awal sampai akhir — dan apa yang terjadi di balik layar.
Masukin datanya
Tempel nomor rekening, nomor HP, nama penjual, atau alamat website yang mau kamu cek di halaman Cek.
Lihat riwayatnya
Kami tampilkan riwayat laporannya: berapa kali dilaporkan, jenis penipuan, dan perkiraan kerugian. Kalau bersih, kami juga bilang apa adanya.
Kena tipu? Lapor
Pernah jadi korban? Bikin laporan cuma sekitar satu menit. Satu laporan kamu menyelamatkan banyak orang berikutnya.
Di balik layar
Karena ini menyangkut nama baik orang, kami merancangnya dengan hati-hati. Empat hal yang kami jaga:
Datanya dari warga
Semua laporan berasal dari sesama pengguna yang pernah berurusan dengan pelaku. Makin banyak yang melapor, makin akurat dan terlindungi kita semua. Ini gotong royong digital.
Identitas pelapor disamarkan
Kamu nggak perlu takut melapor. Identitasmu sebagai pelapor tidak ditampilkan ke publik. Yang tayang hanya data pelaku, itu pun sebagian disamarkan.
Ditinjau sebelum tayang
Laporan tidak langsung muncul mentah-mentah. Ada proses moderasi untuk menyaring laporan yang asal-asalan, supaya datanya tetap bisa dipercaya.
Ada jalur sanggahan
Kalau ada yang merasa dilaporkan secara keliru, mereka bisa mengajukan keberatan. Laporan ini bahan kewaspadaan, bukan vonis — dan kami memperlakukannya begitu.
“Belum ada laporan” bukan jaminan aman
Database ini tumbuh dari laporan warga, jadi pelaku yang benar-benar baru mungkin belum tercatat. Hasil bersih artinya belum ada korban yang melapor — bukan stempel aman. Tetap utamakan transaksi aman seperti COD atau rekening bersama.
Panduan Lapor
Cara bikin laporan yang kuat dan lengkap.
Punya pertanyaan?
Lihat jawaban yang paling sering ditanyakan.